[email protected] (0322) 390497 ext. 117

Bismillah membangun generasi Islami
University With Global Vision

Sinergi UNISDA Lamongan, Universitas Al-Qolam, dan PPIAUD Dorong Inovasi Pendidikan Lewat Stadium General Nasional

Guna mendorong pembaruan dalam dunia pendidikan anak usia dini, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan membangun kemitraan strategis bersama Universitas Al-Qolam Malang serta Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) Indonesia. Sinergi dari ketiga lembaga ini diwujudkan melalui acara Stadium General berskala nasional yang sukses digelar pada Rabu, 29 April 2026.

Acara yang mengangkat topik “Inovasi Desain Pembelajaran STEAM Berbasis Pendidikan Transformatif” tersebut mengundang Aisyah Durrotun Nafisah, M.Pd., seorang akademisi dari UNISDA Lamongan, bertindak sebagai pembicara utama.

Pada sesi materinya, Aisyah Durrotun Nafisah menggarisbawahi urgensi pemanfaatan teknologi di ranah pendidikan anak usia dini, terutama untuk menghadirkan terobosan dalam sistem penilaian berbasis Teknologi Informasi (IT). Menurut penjelasannya, pemanfaatan IT ini menjadi jawaban atas berbagai kendala administratif pada metode asesmen tradisional yang cenderung menyita waktu.

“Pemanfaatan IT mampu mempercepat proses melalui perekaman data secara langsung (real-time), memperkuat validitas data lewat bukti visual guna mengurangi penilaian yang subjektif, sekaligus menyediakan sistem penyimpanan data yang ringkas tanpa kertas (paperless),” ungkap Aisyah saat menyampaikan materi.

Ia juga menjabarkan sejumlah elemen penting dalam pelaksanaan asesmen digital untuk anak usia dini, seperti penerapan portofolio digital (E-Portofolio), pencatatan observasi digital, serta penggunaan analisis data untuk memantau grafik tumbuh kembang anak secara otomatis.

Di samping itu, Aisyah mengingatkan para peserta mengenai pentingnya mematuhi etika digital di lingkungan pendidikan. Dirinya menegaskan bahwa keamanan data pribadi anak harus selalu diutamakan dan teknologi berfungsi sebagai media pendukung saja. “Hadirnya teknologi bukan untuk menggeser posisi pendidik, melainkan untuk membekali mereka dengan data yang lebih akurat demi memahami keunikan tiap anak. Bagaimanapun, interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid tetaplah yang paling utama,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi produktif antara PPIAUD Indonesia, Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang, dan UNISDA Lamongan ini, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas perspektif para pendidik dalam menyusun model pembelajaran STEAM yang adaptif dan transformatif di masa mendatang.

Leave a Reply