Dalam upaya mencetak generasi emas yang mandiri dan berkarakter, HMP PIAUD Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan berkolaborasi dengan HIMA PIAUD Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UIBBC) sukses menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk “Raising Confident Children: What we can learn from Switzerland for Indonesia”, Selasa (12/05).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan praktisi pendidikan langsung dari Swiss, Mrs. Risma Bergemann, sebagai narasumber utama. Acara ini menarik antusiasme besar dengan dihadiri oleh 205 peserta yang berasal dari berbagai instansi pendidikan, praktisi PAUD, hingga orang tua dari seluruh Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari jajaran pimpinan kedua universitas. Dekan Fakultas Tarbiyah UIBBC dalam sambutannya menekankan pentingnya mengadopsi perspektif global dalam pola asuh anak tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
”Kolaborasi ini adalah langkah nyata kita untuk membuka wawasan para pendidik dan orang tua di Indonesia. Belajar dari sistem di Swiss yang menekankan kemandirian sejak dini diharapkan dapat memberikan referensi segar bagi pola pendidikan anak usia dini di tanah air,” ungkap beliau.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Agama Islam UNISDA Lamongan juga memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyoroti bahwa rasa percaya diri adalah modal utama bagi anak untuk menghadapi tantangan zaman di masa depan.
Jalannya Acara
Kegiatan dipandu dengan apik oleh perwakilan mahasiswa dari kedua kampus. Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) adalah anggota HIMA PIAUD UIBBC, sementara diskusi inti dipandu oleh moderator dari HMP PIAUD UNISDA.
Dalam paparannya, Mrs. Risma Bergemann membagikan tips praktis mengenai bagaimana lingkungan di Swiss mendukung tumbuh kembang kepercayaan diri anak melalui kemandirian di sekolah maupun di rumah. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri tidak datang secara instan, melainkan melalui proses pemberian kepercayaan kepada anak untuk mencoba hal-hal baru.
Meski dilakukan secara virtual, interaksi antara narasumber dan 205 peserta berlangsung sangat dinamis. Banyak peserta yang berkonsultasi mengenai tantangan pola asuh digital di Indonesia dibandingkan dengan di Eropa.
Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, para peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti e-certificate dan perluasan relasi antar-instansi. Webinar ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kerja sama internasional lainnya yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam anak usia dini di Indonesia.


