Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) menggelar acara sharing session bertajuk “Transforming Early Childhood Education: Lessons from Around the World”. Acara ini menghadirkan pembicara utama, Resty Armenia, seorang pengajar sosial di Norwegia yang telah berpengalaman dalam mengembangkan sistem pendidikan anak usia dini berbasis inklusi dan keberagaman.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan anak usia dini tentang pendekatan inovatif yang diterapkan di berbagai negara, khususnya di Norwegia. Dalam presentasinya, Resty Armenia menjelaskan pentingnya membangun fondasi pendidikan yang inklusif, berfokus pada kebutuhan emosional, sosial, dan intelektual anak-anak.
“Sistem pendidikan anak usia dini di Norwegia sangat menekankan pada play-based learning dan pengembangan karakter sejak usia dini. Anak-anak diberikan ruang untuk bereksplorasi, belajar melalui pengalaman, dan dibimbing untuk menghargai keberagaman,” ungkap Resty Armenia.
Ia juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana pendidik di Norwegia dilatih untuk mengenali potensi dan kebutuhan individu setiap anak, serta menerapkan strategi pendidikan yang holistik. Pendekatan ini dianggap relevan untuk diadopsi dalam konteks pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial.
Selain sesi diskusi, acara ini juga diisi dengan tanya jawab interaktif. Peserta terlihat sangat antusias bertanya tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam pendekatan pendidikan global, serta strategi untuk meningkatkan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
“Kami berharap acara ini dapat menginspirasi para pendidik dan mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menciptakan pendidikan anak usia dini yang lebih baik di Indonesia,” ujar Ketua Program Studi PIAUD UNISDA, Sulhatul Habibah S. Fil. I., M.Phil.
Melalui kegiatan ini, UNISDA semakin menunjukkan komitmennya dalam memperkaya wawasan dan praktik pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong lahirnya generasi pendidik yang kompeten dan berdaya saing global.

