Lamongan, 10 September 2024 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan menyelenggarakan Kuliah Umum Manajemen Lembaga Pendidikan Dasar dengan menghadirkan narasumber pakar pendidikan, Prof. Dr. Titiek Rohanah Hidayati, M.Pd.. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 September 2024, bertempat di Ruang Pertemuan Rektorat Lantai 3 UNISDA Lamongan dan diikuti oleh seluruh dosen serta mahasiswa PGMI dari berbagai angkatan.
Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi PGMI dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa mengenai tata kelola lembaga pendidikan dasar yang efektif, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PGMI menyampaikan bahwa pemahaman tentang manajemen lembaga pendidikan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru Madrasah Ibtidaiyah. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai bagian dari sistem organisasi sekolah yang turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Mahasiswa PGMI perlu memahami bagaimana sebuah lembaga pendidikan dikelola dengan baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan program, hingga evaluasi. Pengetahuan ini akan menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Dalam paparannya, Prof. Titiek menjelaskan bahwa manajemen lembaga pendidikan dasar merupakan proses pengelolaan seluruh sumber daya pendidikan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Menurut beliau, keberhasilan sebuah sekolah atau madrasah tidak hanya ditentukan oleh kualitas guru, tetapi juga oleh kemampuan manajemen dalam mengelola sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, keuangan, serta hubungan dengan masyarakat.
“Sekolah yang unggul lahir dari tata kelola yang baik. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi untuk mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Beliau juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dasar di era digital, seperti perubahan karakteristik peserta didik, perkembangan teknologi informasi, tuntutan inovasi pembelajaran, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk memiliki kepemimpinan yang visioner, budaya organisasi yang kuat, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Selain membahas konsep manajemen pendidikan, Prof. Titiek memberikan berbagai contoh praktik baik (best practices) dalam pengelolaan sekolah dan madrasah yang berhasil meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui inovasi program, penguatan budaya sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan pembelajaran.
Pada sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan pendidikan, strategi membangun budaya sekolah yang positif, pengelolaan konflik dalam organisasi pendidikan, hingga tantangan implementasi digitalisasi di sekolah dasar dan madrasah.
Salah satu mahasiswa menanyakan bagaimana cara membangun lembaga pendidikan yang tetap unggul di tengah keterbatasan sumber daya. Menanggapi hal tersebut, Prof. Titiek menegaskan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi lebih pada komitmen sumber daya manusia dalam menciptakan budaya mutu dan inovasi.
“Keterbatasan bukan alasan untuk tidak berkembang. Banyak sekolah yang mampu berprestasi karena memiliki kepemimpinan yang kuat, kerja sama tim yang baik, dan semangat untuk terus berinovasi,” tuturnya.
Kegiatan kuliah umum ditutup dengan pemberian cendera mata kepada narasumber serta sesi foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGMI diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manajemen lembaga pendidikan dasar sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi pendidik profesional yang tidak hanya kompeten dalam pembelajaran, tetapi juga memahami tata kelola lembaga pendidikan secara menyeluruh.
Kuliah umum ini menjadi salah satu wujud komitmen PGMI FAI UNISDA dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan, serta mendukung penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa sebagai calon guru Madrasah Ibtidaiyah masa depan.
