Lamongan, 21 Februari 2022 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan menyelenggarakan Rapat Tinjauan Kurikulum dalam rangka menyesuaikan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 Februari 2022 di ruang rapat FAI UNISDA dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen PGMI, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan, serta mitra sekolah dan madrasah.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi kebijakan MBKM yang memberikan hak kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi melalui berbagai kegiatan akademik dan profesional. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang menjadi dasar penyelenggaraan kurikulum dan pembelajaran di perguruan tinggi. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa kurikulum program studi harus mengacu pada capaian pembelajaran lulusan yang selaras dengan KKNI serta memberikan ruang bagi pengembangan kompetensi mahasiswa secara lebih fleksibel.
Dalam sambutannya, Dekan FAI UNISDA menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan PGMI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan masa kini.
“Kurikulum tidak boleh statis. Kehadiran MBKM menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan inovasi yang kuat,” ujarnya.
Ketua Program Studi PGMI menjelaskan bahwa penyesuaian kurikulum dilakukan dengan tetap mempertahankan karakteristik keilmuan PGMI yang berorientasi pada pendidikan dasar Islam, sekaligus mengakomodasi skema pembelajaran MBKM. Melalui kurikulum yang baru, mahasiswa PGMI nantinya dapat memperoleh rekognisi kredit dari berbagai aktivitas MBKM seperti magang di satuan pendidikan, asistensi mengajar, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, pertukaran mahasiswa, maupun proyek independen.
Dalam sesi pemaparan, Tim Pengembang Kurikulum menjelaskan bahwa revisi kurikulum mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
- Penyelarasan profil lulusan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
- Penyesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berdasarkan KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
- Integrasi kegiatan MBKM ke dalam struktur kurikulum.
- Penguatan kompetensi digital dan pengembangan media pembelajaran inovatif.
- Peningkatan porsi pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman lapangan.
- Penguatan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an dalam seluruh mata kuliah.
Perwakilan pengguna lulusan dari kalangan kepala madrasah menyampaikan bahwa guru masa depan dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Sementara itu, perwakilan alumni mengapresiasi langkah prodi dalam mengintegrasikan MBKM ke dalam kurikulum. Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta terkait distribusi mata kuliah, mekanisme konversi kredit MBKM, serta penguatan kompetensi pedagogik dan profesional calon guru madrasah. Seluruh masukan tersebut kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi pengembangan kurikulum yang akan menjadi dasar penyusunan dokumen Kurikulum PGMI FAI UNISDA periode berikutnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati bahwa implementasi MBKM harus tetap menjaga identitas keilmuan PGMI sebagai program studi pencetak guru Madrasah Ibtidaiyah yang profesional dan islami. Hasil rapat kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk komitmen bersama untuk menghasilkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PGMI FAI UNISDA menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan inovasi kurikulum guna menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter islami, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan pada era Merdeka Belajar.
