Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (Unisda) baru-baru ini menggelar workshop bertajuk “Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi yang Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Sekitar” yang melibatkan seluruh dosen dan guru dari berbagai fakultas di lingkungan kampus. Workshop yang diselenggarakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan menyesuaikan kurikulum yang ada agar lebih relevan dengan kebutuhan sosial dan perkembangan masyarakat di sekitar kampus.
Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Unisda ini dibuka oleh Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M., Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan sosial. “Kurikulum yang baik bukan hanya mengacu pada standar internasional, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan dan kebutuhan yang ada di masyarakat sekitar kampus. Ini adalah bagian dari misi Unisda untuk berkontribusi langsung dalam kemajuan daerah,” ujar Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M.
Workshop ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli dalam bidang kurikulum dan pendidikan tinggi, termasuk dosen senior Unisda dan beberapa praktisi pendidikan dari luar kampus. Para peserta workshop dibekali dengan wawasan mengenai cara merancang kurikulum yang berbasis pada analisis kebutuhan masyarakat, serta pendekatan-pendekatan baru yang mengintegrasikan teori dan praktik dalam dunia kerja dan sosial.
Sejumlah tema yang dibahas dalam workshop ini antara lain adalah pentingnya pemetaan kebutuhan sektor industri dan masyarakat, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, serta cara menyusun mata kuliah yang dapat memperkuat peran mahasiswa dalam masyarakat. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan kurikulum yang tidak selalu sesuai dengan perkembangan zaman.
Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Sauqi Futaqi, M.Ag., turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan sosial. “Kami harus memastikan bahwa materi yang diajarkan kepada mahasiswa tidak hanya mengacu pada teori, tetapi juga mencakup keterampilan yang dapat langsung diterapkan di masyarakat. Dengan begitu, lulusan Unisda dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi daerah dan masyarakat sekitarnya,” ungkap Dr. Sauqi.
Workshop ini juga menjadi wadah bagi dosen dan guru untuk saling bertukar pikiran dan membangun kolaborasi dalam menyusun kurikulum yang lebih efektif. Para peserta juga diingatkan untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas dan daya saing mahasiswa di dunia kerja.
Diharapkan, melalui kegiatan workshop ini, Unisda dapat terus menyempurnakan kurikulumnya agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi secara langsung dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah. Dengan kurikulum yang tepat, diharapkan Unisda dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap tantangan yang ada di masyarakat.