[email protected] (0322) 390497 ext. 117

Bismillah membangun generasi Islami
University With Global Vision

Kuliah Tamu: PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI MELALUI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DAN MODERASI

Lamongan, 18 Maret 2022 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) melaksanakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI MELALUI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DAN MODERASI”. Acara diikuti oleh 140 peserta, terdiri dari Dosen FAI, mahasiswa prodi PAI, PBA, PGMI, dan PIAUD dan jajaran pimpinan FAI. Melalui kuliah tamu ini diharapkan para pendidik dan mahasiswa calon pendidik bisa meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran di kelas sesuai kurikulum nasional.

Narasumber yang dihadirkan adalah seorang Instruktur Nasional, Erwin Wasti yang menyampaikan terkait pengembangan kurikulum PAI dengan pendekatan internalisasi nilai-nilai diferensiasi dan moderasi. “Guru dalam implementasinya di kelas melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang efektif dan efesien sesuai edaran Mendikbud No. 14 tahun 2019 bisa menggabungkan pembelajaran diferensiasi dan moderasi sekaligus,” ujar Erwin.

Erwin mengingatkan kembali prinsip-prinsip kurikulum. Pertama, relevansi; di mana kurikulum harus relevan antara komponen dengan IPTEK dan kebutuhan masyarakat. Kedua fleksibilitas, kurikulum bersifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, sesuai dengan situasi dan kondisi. Ketiga, kontinuitas; yakni adanya kesinambungan dalam kurikulum, keempat prinsip efisiensi; yakni dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat. Kelima prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Edwin juga menekankan bahwa tidak hanya guru yang punya tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran diferensiasi, siswa juga harus merasakan pembelajaran bermakna dengan mengalami pembelajaran yang terinternalisasi di dalamnya nilai nilai moderasi. Penerapan moderasi dapat diperoleh siswa dalam aktiviatas belajarnya baik dalam dianamika kelompok ataupun pembelajaran secara personal. Ketika siswa memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan teman dalam satu kelompok diskusinya, secara sadar siswa tersebut sudah mempraktikan nilai tasamuh dalam proses belajarnya.
“Dalam pembelajaran diferensiasi, guru mampu mengenali gaya belajar siswa, kesiapan siswa dan karakter masing-masing melalui tiga diferensiasi yakni proses, konten dan produk,” ungkap Erwin menutup pembahasan pada kegiatan kuliah tamu ini.

Leave a Reply